Lumajang — MA Syarifuddin terus berkomitmen membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan berorganisasi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Latihan Pengelolaan Dewan Ambalan (LPDA) bagi pengurus Pramuka Penegak MA Syarifuddin.
Kegiatan LPDA menjadi salah satu program penting dalam pembinaan Pramuka Penegak. Melalui kegiatan ini, para pengurus Dewan Ambalan dilatih untuk memahami mekanisme organisasi, menyusun program kerja, mengelola kegiatan, memecahkan masalah, serta membangun karakter kepemimpinan yang dapat menjadi teladan bagi anggota lainnya.
Pembina Dewan Ambalan MA Syarifuddin, Muhammad Sholehuddin Rikza Hamdani, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa LPDA merupakan kegiatan tahunan yang memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas kepemimpinan pengurus Pramuka.
“Latihan Pengelolaan Dewan Ambalan ini merupakan program tahunan sekaligus menjadi wahana pendidikan bagi pengurus Dewan Ambalan untuk melatih kecakapan dalam memimpin organisasi sesuai dengan pola mekanisme pembinaan Pramuka Penegak,” ungkapnya.
Menurutnya, LPDA bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa, melainkan proses pendidikan karakter yang menekankan pada kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan mengelola organisasi secara nyata. Para peserta tidak hanya diberi pemahaman teori, tetapi juga diarahkan agar mampu menerapkannya dalam kehidupan berorganisasi di lingkungan madrasah.
Dalam kegiatan ini, terdapat tiga materi utama yang diberikan kepada para peserta, yaitu leadership, scouting project, dan problem solving. Ketiga materi tersebut dinilai sangat penting karena menjadi bekal dasar bagi pengurus Dewan Ambalan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Muhammad Sholehuddin Rikza Hamdani menjelaskan bahwa melalui materi leadership, peserta dilatih menjadi pribadi yang mampu memimpin, memberi contoh, serta membangun pengaruh positif bagi teman sebaya. Sementara itu, scouting project melatih peserta untuk merancang dan menjalankan program kerja yang bermanfaat. Adapun problem solving membekali peserta agar mampu menghadapi persoalan organisasi secara bijak dan mengevaluasi setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.
“Ada tiga materi yang dipelajari dalam kegiatan ini, mulai dari leadership, scouting project, dan problem solving. Di sini mereka dilatih tidak hanya untuk dapat membuat dan menjalankan program kerja, namun juga berani menghadapi masalah dan mampu mengevaluasinya. Mereka juga diharapkan dapat menjadi pemimpin yang layak dicontoh oleh anggotanya serta menyebarkan pengaruh baik bagi teman sebaya,” jelasnya.
Melalui LPDA, pengurus Pramuka Penegak MA Syarifuddin diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi muda yang aktif, kreatif, inovatif, dan siap memimpin. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa agar memiliki mental tangguh, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi madrasah dan masyarakat.
Lebih lanjut, Muhammad Sholehuddin Rikza Hamdani berharap agar setelah mengikuti LPDA, para pengurus Dewan Ambalan tidak hanya cakap dalam menjalankan organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program-program yang lebih kreatif dan berdampak luas.
“Diharapkan dari kegiatan ini, pengurus Dewan Ambalan ke depannya tidak hanya cakap dalam berorganisasi, namun juga dapat berinovasi dan berkreasi dengan kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh anggotanya, warga sekolah, dan masyarakat,” harapnya.
Kegiatan LPDA ini menjadi bukti bahwa MA Syarifuddin terus memberikan ruang pembinaan yang luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri. Melalui Pramuka, siswa tidak hanya belajar tentang baris-berbaris atau kegiatan lapangan, tetapi juga belajar menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter, bertanggung jawab, dan siap memberikan manfaat bagi sesama.
Dengan adanya LPDA, MA Syarifuddin berharap lahir kader-kader Pramuka Penegak yang memiliki semangat kepemimpinan, kemampuan manajerial, keberanian mengambil peran, serta komitmen untuk membawa nama baik madrasah melalui kegiatan-kegiatan positif dan inspiratif.
