LUMAJANG – Madrasah Aliyah (MA) Syarifuddin terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Langkah nyata ini diperkuat melalui kegiatan monitoring dan pendampingan yang intensif bersama Pengawas Madrasah, Ibu Luluk Ariyanti, S.Pd. Pendampingan ini difokuskan pada pembenahan sistem evaluasi belajar, transparansi anggaran, serta penguatan indikator utama mutu madrasah.
Dalam sesi wawancara khusus, Ibu Luluk Ariyanti mengungkapkan bahwa MA Syarifuddin memiliki potensi besar dan target yang jelas untuk melangkah maju. Dirinya menekankan pentingnya mempersiapkan siswa agar mampu bersaing di jenjang yang lebih tinggi serta memastikan kualitas tenaga pendidik berada di level terbaik.
“Target saya menginginkan murid-murid kelas XII banyak yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi, serta banyak prestasi yang diraih baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selain itu, harapan saya ke depan seluruh gurunya sudah tersertifikasi guru (sergu),” ujar Ibu Luluk saat memaparkan harapannya bagi masa depan MA Syarifuddin.
Evaluasi PAT dan Penerapan Standar Nasional
Terkait dengan pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang baru saja dilewati, Pengawas Madrasah menilai kegiatan tersebut telah berjalan dengan baik dan lancar. Kendati demikian, hasil monitoring ini harus dijadikan batu loncatan sebagai bahan evaluasi mutu pembelajaran yang objektif.
Ia mengingatkan agar penyusunan soal ujian di masa mendatang wajib mengikuti regulasi yang berlaku. “Evaluasi peningkatan mutu dapat tercapai jika soalnya sesuai dengan aturan pembuatan soal. Baik dari kata kerja yang digunakan (taksonomi berpikir) maupun tipe soalnya harus standar, sehingga dapat mengukur ketercapaian tingkatan pembelajaran siswa sesuai harapan di standar penilaian dari 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP),” jelasnya.
Urgensi ERKAM dalam Transparansi Anggaran
Selain aspek kurikulum dan akademik, pendampingan ini juga menyasar pada sistem tata kelola keuangan madrasah. Penggunaan aplikasi Elektronik Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (ERKAM) dinilai menjadi instrumen krusiasi yang tidak boleh diabaikan.
Menurut Ibu Luluk, ERKAM sangat penting agar pemanfaatan anggaran madrasah benar-benar berjalan efisien, transparan, dan akuntabel. Dengan integrasi sistem ini, seluruh penyerapan dana dipastikan sesuai dengan perencanaan yang sudah dicanangkan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disusun oleh pihak madrasah.
Tiga Indikator Utama Peningkatan Mutu
Mengakhiri pendampingannya, Ibu Luluk menetapkan tiga poin utama yang harus menjadi perhatian kolektif seluruh warga MA Syarifuddin demi mendongkrak mutu pendidikan secara berkelanjutan, yaitu:
- Peningkatan Budaya Literasi dan Numerasi: Menumbuhkan minat baca dan kemampuan analisis kritis di kalangan siswa.
- Peningkatan Kompetensi Guru: Mendorong para guru untuk terus belajar dan memperbarui sertifikasi keahlian.
- Kualitas Pembelajaran yang Adaptif: Mengembangkan model maupun metode pembelajaran yang variatif, tidak monoton, dan disesuaikan dengan karakteristik unik para siswa.
Melalui pendampingan terstruktur dari pengawas madrasah ini, MA Syarifuddin diharapkan mampu menerjemahkan seluruh rekomendasi menjadi program kerja nyata, demi mewujudkan visi menjadi madrasah yang unggul, akuntabel, dan sarat prestasi.
