SEJARAH MA SYARIFUDDIN WONOREJO LUMAJANG

Madrasah Aliyah Syarifuddin merupakan salah satu unit pendidikan di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang. Awalnya di Wonorejo hanya ada sebuah pondok pesantren kecil yang bernama Tashilul Mubtadiin yang dipimpin oleh seorang ulama yang alim dan karismatik. Pondok pesantren ini berdiri pada tahun 1912. Karena kealiman Kyai Syarif, pesantren ini terus berkembang dan jumlah santrinya terus bertambah, sehingga metode mengajar santri ditambah dengan metode klasikal berbentuk madrasah, yaitu madrasah diniyah. Setelah itu madasah diniyah berjalan, dan juga karena mengikuti perkembangan zaman, maka kemudian mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). dan selanjutnya mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Setelah Madrasah Tsanawiyah (MTs) menghasilkan kelulusan (Output), pada tahun 1984, atas inisiatif pengasuh dan para guru kemudian mendirikan madrasah aliyah yang diberi nama “Madrasah Aliyah Miftahul Ulum” dan KH. Sulahak Syarif (cucu Kyai Syarif) diangkat sebagai kepala sekolah pertama. Pada waktu itu madrasah hanya memiliki 12 siswa. Di samping itu sarana dan prasarana serta tenaga pendidik sangat terbatas. Namun atas usaha KH. Sulahak Syarif yang gigih disertai dukungan masyarakat, sedikit demi sedikit madrasah dapat berkembang baik dari segi jumlah siswa, sarana dan prasarana serta tenaga pendidiknya.

Seiring dengan berjalannya waktu, pondok pesantren ini mengalami perkembangan yang terus meningkat, sementara KH. Sulahak Syarif sebagai pengasuh pondok pesantren sekaligus sebagai kepala Madrasah Aliyah selalu sibuk mengurus pesantren sehingga urusan Madrasah Aliyah tidak kondusif dan kurang tercover. Maka pada tahun 1989 beliau mengadakan musyawarah dewan guru untuk memilih kepala Madrasah Aliyah sebagai pengganti beliau, dan terpilih Drs. Yusuf Abdurahman (alumni IAIN Sunan Ampel Malang). Pada tahun 1997 – 2019, kepemimpinan Madrasah Aliyah ini dipegang oleh Drs. Satuyar Mufid (alumni Universitas Negeri Jember), dan mulai tahun 2019 kepemimpinan Madrasah Aliyah Syarifuddin dipegang oleh Bpk. Abdul Kholiq, S. Ag, PDE (alumni Universitas Kebangsaan Malaysia) sampai sekarang.

Seiring dengan makin banyaknya lembaga pendidikan Islam yang menggunakan nama “Miftahul Ulum” dan demi menyeragamkan nama dengan pondok pesantren, maka pada tahun 2007 semua unit-unit yang ada di bawah naungan Yayasan Kyai Syarifuddin diganti dengan Syarifuddin termasuk Madarsah Aliyah yang semula Miftahul Ulum menjadi Madrasah Aliyah Syarifuddin.